You are currently viewing HAMMER TEST

HAMMER TEST

Hammer test yaitu suatu alat pemeriksaan mutu beton tanpa merusak beton Alat ini sangat berguna untuk mengetahui keseragaman material beton pada struktur, karena kesederhanaanya, pengujian menggunakan alat ini sangat cepat sehingga dapat mencakup area pengujian yang luas dalam waktu yang singkat. Alat ini sangat peka terhadap variasi yang ada pada permukaan beton misalnya keberadaan partikel batu pada bagian-bagian tertentu dekat permukaan. Oleh karena itu diperlukan pengambilan beberapa kali pengukuran disekitar lokasi pengukuran yang kemudian hasilnya dirata-ratakan. British standards (BS) mensyaratkan pengambilan antara 9 sampai 25 kali pengukuran untuk setiap daerah pengujian seluas maksimum 300 mm persegi.

Secara umum alat ini dapat digunakan untuk :

  1. Memeriksa keseragaman kualitas beton pada struktur
  2. Mendapatkan perkiraan kuat tekan beton

SPESIFIKASI

Spesifikasi tentang alat ini dapat dilihat pada BS4408 pt.4 atau ASTM G80S-89

Kelebihan dan Kekurangan “Hammer Test”

Kelebihan :

  • Murah
  • Pengukuran bisa dilakukan dengan cepat
  • Praktis (mudah digunakan)
  • Tidak merusak

Kekurangan :

  • Hasil pengujian dipengaruhi kerataan permukaan, kelembaban beton, sifat-sifat dan jenis agregat, derajat karbonisasi dan umur beton. Oleh karena itu perlu diingat bahwa beton yang akan diuji harus dari jenis dan kondisi yang sama.
  • Sulit mengkalibrasi hasil pengujian
  • Tingkat keandalannya rendah
  • Hanya memberikan informasi mengenai karakteristik beton pada permukaan

PERSIAPAN DAN TATA CARA PENGUJIAN

1. Persiapan

  • Menyusun rencana jadwal pengujian, mempersiapkan peralatan-peralatan serta perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan
  • Mencari data dan informasi termasuk diantaranya data tentang letak detail konstruksi, tata ruang dan mutu bahan konstruksi selama pelaksanaan bangunan berlangsung
  • Menentukan titik test
  • Titik test untuk kolom diambil sebanyak 5 (lima) titik, masing-masing titik test terdiri dari 8 (delapan) titik tembak, untuk balok diambil sebanyak 3 (tiga) titik test masing-masing titik terdiri dari 5 (lima) titik tembak sedangkan pelat lantai diambil sebanyak 5 (lima) titik test masing-masing terdiri dari 5 (lima) titik tembak

2. Tata Cara Pengujian

  • Sentuhkan ujung plunger yang terdapat pada ujung alat hammer test pada titik-titik yang akan ditembak dengan memegang hammer sedemikian rupa dengan arah tegak lurus atau miring bidang permukaan beton yang akan ditest
  • Plunger ditekan secara perlahan-lahan pada titik tembak dengan tetap menjaga kestabilan arah dari alat hammer. Pada saat ujung plunger akan lenyap masuk kesarangnya akan terjadi tembakan oleh plunger terhadap beton, dan tekan tombol yang terdapat dekat pangkal hammer
  • Lakukan pengetesan terhadap masing-masing titik tembak yang telah ditetapkan semula dengan cara yang sama
  • Tarik garis vertikal dari nilai pantul yang dibaca pada grafik 1 yaitu hubungan antara nilai pantul dengan kekuatan tekan beton yang terdapat pada alat hammer sehingga memotong kurva yang sesuai dengan sudut tembak hammer
  • Besar kekuatan tekan beton yang di test dapat dibaca pada sumbu vertikal yaitu hasil perpotongan garis horizontal dengan sumbu vertical

SUMBER : https://tunas-engineering.co.id/web/article/uji-hammer-test.html

Tinggalkan Balasan