You are currently viewing Kartografi : Maestro Dalam Pembuatan Peta

Kartografi : Maestro Dalam Pembuatan Peta

Selamat datang di “Geometri Pedia”! Hari ini, kita akan menjelajahi salah satu bidang yang tak terpisahkan dari ilmu pengetahuan dan seni: Kartografi. Dalam dunia ini, peta bukan hanya sekadar gambaran visual tentang suatu wilayah, melainkan juga merupakan hasil dari seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang kompleks.

Apa Itu Kartografi ?

Kartografi merupakan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta-peta , sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya seni (International Carthography Association, 1973). Oleh ICA telah ditetapkan bahwa kartografi mempunyai lingkup operasional dimulai dari pengumpulan data, klasifikasi, analisa data, sampai kepada reproduksi peta, evaluasi dan penafsiran daripada peta. Dengan demikian tujuan kartografi adalah membuat peta dengan mengumpulkan data, memproses data dan kemudian menggambarkan data tersebut kedalam bentuk peta.

Sejarah Kartografi

Kartografi adalah disiplin kuno yang berasal dari gambaran prasejarah wilayah berburu dan memancing. Bangsa Babilonia memetakan dunia dalam bentuk datar berbentuk cakram, tetapi Claudius Ptolemaeus (Ptolemy) menetapkan dasar bagi upaya selanjutnya pada abad ke-2 Masehi dengan karyanya yang berjudul delapan volume, Geōgraphikē hyphēgēsis (Panduan Geografi) yang menunjukkan bumi yang berbentuk bola. Peta-peta yang dihasilkan selama Abad Pertengahan mengikuti panduan Ptolemy, tetapi mereka menggunakan Yerusalem sebagai fitur utama dan menempatkan Timur di bagian atas. Representasi tersebut sering disebut peta T karena hanya menampilkan tiga benua (Eropa, Asia, dan Afrika), dipisahkan oleh “T” yang terbentuk oleh Laut Tengah dan Sungai Nil. Representasi geografis yang lebih akurat dimulai pada abad ke-14 ketika peta portolan (pelaut) disusun untuk navigasi.

Kartografi adalah suatu teknik yang secara mendasar dihubungkan dengan kegiatan memperkecil keruangan suatu daerah yang luas, sebagian atau seluruh 2 permukaan bumi, atau benda-benda angkasa dan menyajikan dalam suatu bentuk yang dapat mudah diobservasi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan komunikasi. Secara umum komunikasi dapat diartikan sebagai pemindahan pengetahuan, ide atau informasi dari seseorang kepada orang lain atau kepada suatu kelompok.

Penemuan Dunia Baru oleh orang Eropa menyebabkan kebutuhan akan teknik baru dalam kartografi, terutama untuk representasi sistematis pada permukaan datar fitur-fitur permukaan yang melengkung—umumnya disebut sebagai proyeksi (misalnya, proyeksi Mercator, proyeksi silinder, dan proyeksi konformal Lambert). Selama abad ke-17 dan ke-18 terjadi banjir cetakan peta dengan tingkat akurasi dan kompleksitas yang semakin meningkat. Survei sistematis dilakukan melibatkan triangulasi yang sangat meningkatkan keandalan dan ketepatan peta. Salah satu metode ilmiah yang diperkenalkan kemudian yang patut diperhatikan adalah penggunaan teleskop untuk menentukan panjang satu derajat bujur.

Baca Juga Artikel Menarik Yang Lainnya : Badan Informasi Geospasial Ungkapkan Hasil dan Implementasi Percepatan Kebijakan Satu Peta

Perkembangan Teknologi Dalam Kartografi

Kartografi modern sebagian besar melibatkan penggunaan foto udara dan, semakin meningkat, foto satelit sebagai dasar untuk peta atau grafik yang diinginkan. Prosedur untuk menerjemahkan data fotografi menjadi peta diatur oleh prinsip-prinsip fotogrametri dan menghasilkan tingkat akurasi yang sebelumnya tidak dapat dicapai. Peningkatan luar biasa dalam fotografi satelit sejak akhir abad ke-20 dan ketersediaan umum di Internet gambar-gambar satelit telah memungkinkan pembuatan Google Earth dan basis data lainnya yang banyak tersedia secara online. Fotografi satelit juga telah digunakan untuk membuat peta yang sangat rinci dari fitur-fitur Bulan dan beberapa planet di tata surya kita beserta satelit-satelitnya. Selain itu, penggunaan sistem informasi geografis (SIG) telah menjadi sangat penting dalam memperluas cakupan subjek kartografi.

Geodesi dan kartografi adalah dua disiplin ilmu yang saling terkait dan saling melengkapi dalam pemetaan dan pemahaman tentang bentuk, ukuran, posisi, dan fitur-fitur bumi, diantaranya :

  • Pengukuran dan Pemetaan Bumi: Geodesi berfokus pada pengukuran dan pemodelan bentuk dan dimensi Bumi. Ini mencakup konsep seperti elipsoid geoid, sistem koordinat geografis, dan pengukuran presisi mengenai posisi titik-titik di permukaan Bumi. Data yang dikumpulkan oleh geodesi menjadi dasar yang sangat penting dalam pembuatan peta yang akurat.
  • Dasar Data Geografis: Geodesi menyediakan dasar data geografis yang diperlukan dalam kartografi. Pengukuran geodesi digunakan untuk menentukan posisi geografis, elevasi, dan kontur, yang semuanya merupakan komponen penting dalam pembuatan peta yang akurat.
  • Proyeksi Peta: Geodesi juga berperan dalam pengembangan proyeksi peta. Proyeksi peta adalah teknik yang digunakan untuk memetakan permukaan melengkung Bumi ke dalam bentuk datar yang dapat digunakan dalam peta. Pengetahuan geodesi tentang bentuk Bumi sangat diperlukan dalam memilih proyeksi yang tepat untuk tujuan tertentu.
  • Pengukuran dan Kontrol Geodetik: Kartografi bergantung pada pengukuran dan kontrol geodetik untuk memastikan akurasi dan konsistensi peta. Titik-titik kontrol geodetik yang ditentukan melalui teknik geodesi digunakan sebagai titik referensi untuk pembuatan peta.
  • Penggunaan Teknologi: Baik geodesi maupun kartografi semakin mengadopsi teknologi modern seperti GPS (Global Positioning System), sistem pengindraan jauh, dan sistem informasi geografis (SIG). Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data yang lebih cepat dan akurat serta produksi peta yang lebih efisien dan informatif.

Secara keseluruhan, hubungan antara geodesi dan kartografi menciptakan kerangka kerja yang kokoh untuk pemahaman dan representasi dunia yang lebih baik dalam bentuk peta.

Baca Juga Artikel Menarik Yang Lainnya : Geodesi: Esensi Matematika Dari Tempat Bumi

Dengan menggabungkan seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi, kartografi menjadi jendela yang mengungkap keajaiban dunia di sekitar kita. Dari pemetaan prasejarah hingga pemetaan modern menggunakan foto satelit, kartografi terus berkembang untuk memahami dan merepresentasikan dunia dengan lebih baik. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang menarik tentang Kartografi. Sampai berjumpa di Geometri Pedia selanjutnya !

Geometri Indonesia, Teman Terbaik Surveyor

Tinggalkan Balasan