You are currently viewing Model Geoid Bentuk Sejati Bumi ? Model Geoid dan Perannya dalam Ilmu Geodesi

Model Geoid Bentuk Sejati Bumi ? Model Geoid dan Perannya dalam Ilmu Geodesi

Selamat datang di Geometri Pedia, sumber pengetahuan untuk memahami konsep dan aplikasi dalam dunia geodesi. Pada kesempatan kali ini, Geometri Pedia akan membahas tentang model geoid dan peran pentingnya dalam ilmu geodesi.

Geoid adalah “bola” yang tidak beraturan yang digunakan ilmuwan untuk menghitung kedalaman gempa bumi, atau objek dalam bumi lainnya dengan lebih akurat. Saat ini, kita menggunakan versi “WGS84” (Sistem Geodetik Dunia tahun 1984).

Jika Bumi adalah bola yang sempurna, perhitungan kedalaman dan jarak akan mudah karena kita tahu persamaan untuk perhitungan tersebut pada bola. Namun, Bumi lebih mirip dengan elipsoid, yang merupakan seperti apa bola terlihat jika Anda duduk di atasnya. Perhitungan elipsoid tidak sesederhana perhitungan bola, tetapi mereka masih dikenal dan dapat dilakukan. Namun, kita semua tahu bahwa Bumi sebenarnya bukan elipsoid karena terdapat lautan, gunung, lembah, dan banyak fitur lain yang tidak termasuk dalam elipsoid.

Geoid adalah permukaan tingkat laut yang imajiner yang berombak (memiliki permukaan berombak) di seluruh bumi; itu tidak hanya untuk area samudera, tetapi juga meluas ke massa daratan.

Kita dapat mengeneralisasi hubungan antara elipsoid, geoid, dan bentuk sebenarnya dari bumi dengan ini:

Geoid + Elipsoid = Bumi

Perbandingan model Geoid dengan Elipsoid dan potongan lintang permukaan Bumi.

Baca Juga Artikel Menarik Yang Lainnya : BIG Kejar Peningkatan Akurasi Model Geoid Indonesia

Peran Model Geoid dalam Keilmuan Geodesi

Salah satu produk dari keilmuan Geodesi adalah penentuan bentuk serta ukuran bumi yang termasuk di dalamnya adalah menentukan medan gaya berat bumi dalam dimensi ruang dan waktu Permodelan bentuk bumi selama ini dilakukan dengan pendekatan ellipsoid yang merupakan bentuk ideal dengan asumsi bahwa tingkat kerapatan pada permukaan bumi bersifat homogen namun pada kenyataan di lapangan, tingkat kerapatan di permukaan bumi bersifat heterogen dikarenakan adanya beberapa bentuk topografi yang tidak berarturan seperti gunung, lautan, daratan, dan lain sebagainya yang membuat elipsoid berubah bentuk menjadi sebuah bentuk yang lain.

Model geoid dalam geodesi diperlukan karena permukaan laut tidak selalu datar atau mengikuti kerapatan planet yang bulat. Sebagai gantinya, permukaan laut dipengaruhi oleh distribusi tidak merata dari massa bumi di bawahnya, serta gaya gravitasi yang berubah-ubah.

Geoid biasanya digunakan pada saat pengukuran menggunakan waterpass/sipat datar. Untuk mendapatkan besaran nilai tersebut ada beberapa cara. Pertama melalui pengukuran sipat datar yang dikombinasikan dengan GPS Perkembangan teknologi penentuan posisi dengan satelit saat ini seperti penentuan posisi dengan satelit GPS, telah dapat menentukan koordinat baik kearah horizontal maupun arah vertical dengan mudah, cepat dan dengan biaya yang relatif terjangkau.

Dalam Geodesi, para ilmuwan menggunakan model geoid untuk:

  • Referensi Datum: Model geoid sering digunakan sebagai referensi dasar untuk sistem koordinat geodesi. Titik pada model geoid didefinisikan dengan koordinat geografis (misalnya, lintang dan bujur) yang memberikan dasar untuk pemetaan yang konsisten dan akurat.
  • Pemetaan Topografi: Dalam pemetaan topografi daratan atau bawah laut, model geoid membantu dalam mengoreksi data pengukuran yang diperoleh dari satelit, pesawat, atau stasiun darat. Ini memungkinkan para geodesi untuk menghasilkan peta topografi yang akurat dan berguna untuk berbagai aplikasi, termasuk konstruksi, navigasi, dan penelitian ilmiah.
  • Navigasi Satelit: Dalam navigasi satelit, seperti GPS (Global Positioning System), model geoid membantu dalam menentukan posisi yang akurat di permukaan Bumi. Koordinat yang dihasilkan dari sistem GPS sering dikoreksi menggunakan informasi dari model geoid, memastikan bahwa posisi yang dilaporkan adalah akurat dalam konteks global.
  • Studi Geofisika: Model geoid juga digunakan dalam penelitian geofisika untuk memahami struktur internal Bumi dan perubahan dalam kerapatan massa bumi. Perbedaan antara model geoid dan bentuk fisik aktual Bumi membantu para ilmuwan dalam memahami proses geodinamika seperti tektonika lempeng dan deformasi kerak bumi.

Baca Juga Artikel Menarik Yang Lainnya : Hasanuddin Zainal Abidin: Guru Besar Ahli Geodesi Indonesia

Dengan demikian, model geoid adalah komponen penting dalam ilmu geodesi yang memungkinkan para ilmuwan untuk memahami dan memetakan Bumi dengan akurat.

Terus ikuti Geometri Pedia untuk informasi lebih lanjut tentang konsep-konsep penting dalam dunia geodesi dan survey pemetaan !

Geometri Indonesia, Teman Terbaik Surveyor

Tinggalkan Balasan