6 Macam Alat Ukur yang Sering Digunakan di Dunia Teknik dan Fungsinya
Dalam dunia teknik, akurasi adalah segalanya. Kesalahan pengukuran sekecil apa pun bisa berdampak besar pada hasil pekerjaan—mulai dari konstruksi bangunan, manufaktur, hingga survei lapangan. Karena itu, penggunaan alat ukur yang tepat menjadi kunci utama untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bukan cuma meteran gulung, ada berbagai jenis alat ukur dengan fungsi dan tingkat ketelitian yang berbeda. Berikut ini 6 macam alat ukur yang paling sering digunakan di dunia teknik beserta fungsi dan tingkat akurasinya.
1. Meteran Rol (Tape Measure / Pita Ukur)
Meteran rol merupakan alat ukur panjang yang paling umum dan praktis digunakan. Bentuknya berupa pita fleksibel yang dapat digulung, biasanya terbuat dari baja atau fiberglass.
Alat ini digunakan untuk mengukur panjang benda, jarak pendek, hingga dimensi ruangan. Ketelitiannya bergantung pada kelas meteran, namun umumnya berada di kisaran ±1 mm per 10 meter. Karena kemudahannya, meteran rol banyak digunakan dalam pekerjaan konstruksi bangunan, pertukangan, dan fabrikasi.
2. Waterpass (Spirit Level)
Waterpass adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengecek kerataan (horizontal) dan ketegakan (vertikal) suatu bidang. Alat ini bekerja menggunakan indikator gelembung udara yang berada di dalam tabung cairan.
Meskipun tidak digunakan untuk mengukur panjang, waterpass sangat penting untuk memastikan posisi suatu struktur sudah lurus dan rata. Tingkat akurasinya berkisar ±0,5 hingga 1 mm per meter. Waterpass umum digunakan pada pekerjaan konstruksi, pemasangan struktur, hingga tahap finishing bangunan.
3. Meteran Laser (Laser Distance Meter)
Meteran laser digunakan untuk mengukur jarak dengan bantuan sinar laser, sehingga pengukuran bisa dilakukan dengan cepat dan tanpa kontak langsung ke objek. Salah satu contoh populer di kelas profesional adalah Leica Disto X6.
Selain jarak, alat ini juga mampu menghitung luas dan volume secara otomatis. Tingkat ketelitiannya tergolong tinggi, yaitu sekitar ±1–3 mm, tergantung spesifikasi alat. Meteran laser banyak dimanfaatkan di bidang arsitektur, konstruksi, dan desain interior.
4. Meteran Roda (Measuring Wheel / Meteran Dorong)
Meteran roda digunakan untuk mengukur jarak panjang di permukaan tanah. Cara kerjanya dengan menghitung jumlah putaran roda saat alat didorong mengikuti lintasan pengukuran.
Alat ini sangat praktis untuk pengukuran jarak hingga ratusan meter tanpa perlu membentangkan pita ukur. Tingkat ketelitiannya sekitar ±0,5%, tergantung kondisi permukaan tanah. Meteran roda sering digunakan dalam survei lahan, pekerjaan jalan, dan pengukuran rute.
5. Jangka Sorong (Vernier / Digital Caliper)
Jangka sorong adalah alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur dimensi benda secara detail. Alat ini dapat mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, hingga kedalaman.
Tersedia dalam versi analog (vernier) dan digital, jangka sorong memiliki ketelitian hingga ±0,02 mm. Alat ini banyak digunakan dalam teknik mesin, manufaktur, laboratorium, dan bengkel.
6. Mikrometer Sekrup (Micrometer Screw Gauge)
Mikrometer sekrup digunakan untuk pengukuran dimensi yang sangat kecil dengan tingkat presisi tinggi. Alat ini menggunakan sistem ulir halus untuk menghasilkan hasil ukur yang sangat detail.
Biasanya digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter benda kecil, mikrometer memiliki ketelitian hingga 0,01 mm atau bahkan lebih baik. Alat ini umum digunakan dalam machining, metrologi, dan proses kontrol kualitas.
Setiap alat ukur memiliki fungsi dan tingkat akurasi yang berbeda. Menggunakan alat ukur yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan akan menghasilkan pengukuran yang lebih akurat, efisien, dan profesional.
Butuh Alat Ukur Berkualitas?
Geometri Indonesia menyediakan berbagai jenis alat ukur, seperti meteran rol, waterpass, meteran laser, meteran roda/meteran dorong, jangka sorong, mikrometer, dan alat ukur lainnya.
Hubungi Kami Untuk Pemesanan: +62 811 2289 2030
Leave a Comment